“Salah belajar tentang orang kaya.” Jika anda mengalami kegagalan berpola berkaitan dengan pencapaian kekayaan, atau pencapaian kehidupan yang lebih makmur daripada sebelumnya. Dimana anda telah berulang-ulang berupaya super keras, super kreatif. Apalagi disertai dengan penanaman modal finansial yang cukup besar.

 

Namun usaha yang seharusnya bisa cepat melejitkan kemakmuran anda. Malah berbalik membuat berat hidup anda. Jika ada peningkatan pun, bisa jadi tidak berimbang dengan upaya anda. Dan menariknya, kondisi ini terjadi berulang-ulang dalam hidup anda.

Jika anda saat ini sedang mengalami kondisi tersebut. Dan HANYA JIKA anda benar-benar ingin keluar dari kegagalan berpola ini. Cobalah anda merenung. Jangan-jangan anda atau pasangan anda, pernah SALAH BELAJAR TENTANG KEKAYAAN. Apa maksudnya ?

 

Salah Belajar Tentang Orang Kaya

Begini, tahukah anda, bahwa janin berusia 4 bulan di dalam kandungan, ibarat hardisk kosong. Sejak janin hingga terlahir di dunia. Dia merekam segala emosi (perasaan) yang ditampakkan oleh lingkungannya. Ekspresi perasaan ibu. Perasaan ayah, perasaan orang di sekelilingnya. Atau perasaan yang ditampakkan oleh aktor yang berperan dalam film kegemarannya.

Pada awalnya anak tidak tahu tentang konsep baik atau buruk. Pantas atau tidak pantas. Jijik atau biasa saja. Namun lambat laun anak akan mengartikan segala peristiwa yang ditemuinya. Berdasarkan data emosi yang telah dia pelajari.

Bayangkan jika anda atau pasangan anda. Sejak kecil mendapati peristiwa atau mendapat kisah tentang orang kaya yang dilaknat oleh Tuhan. Orang kaya yang mendzolimi orang miskin. Orang kaya yang pelit. Orang kaya yang durhaka pada orang tuanya. Orang kaya yang mengkhianati pasangannya. Orang kaya yang hidupnya penuh tekanan. Orang kaya yang punya anak nakal karena tidak terurus. Orang kaya yang suka mabuk-mabukan. Serta sederet kisah tragis yang dialami oleh orang kaya.

Kisah-kisah ini kemudian mengendap pada pikiran bawah sadar, dan membentuk konsep diri. Bahwa menjadi orang kaya itu pasti mengalami hidup yang tragis. Kemudian pikiran bawah sadar akan mensabotase segala upaya anda. Yang mengarah pada pencapaian menjadi orang kaya. Apapun perjuangan anda. Dimana seharusnya secara logika bisa mengantarkan anda menjadi orang yang lebih kaya. Namun endingnya gagal juga.

Ketika para motivator mengatakan bahwa “Kesuksesan itu meninggalkan jejak. Dimana anda hanya perlu melalui jalan yang sama untuk mencapai kesuksesan”. Hal ini bisa jadi telah terbukti berhasil pada orang lain. Namun tidak pada anda.

Meskipun tidak semua orang kaya punya kehidupan yang tragis. Meskipun banyak orang kaya yang justru memiliki andil besar pada kemanusiaan. Namun believe system anda sudah terlanjur memberikan cap. Bahwa “jadi orang kaya, adalah buruk”. Maka anda sulit untuk mencapai kekayaan yang lebih tinggi lagi.

Meski demikian, ADA CARANYA untuk me-reinstall pikiran anda. Sebuah cara yang hanya bisa dilakukan dengan tekad kuat. Untuk mencapai kemakmuran yang lebih dari sebelumnya. Dan harus anda lakukan berdua bersama pasangan anda, khususnya yang sudah menikah. Sehingga energi anda bisa selaras. Tidak saling “mensabotase”, dan lebih cepat mencapai kemakmuran yang lebih dari sebelumnya.

Anda mau ???